MAKALAH
MATA KULIAH ILMU BUDAYA DASAR
MATERI : INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT
OLEH :
JESSIO
IMELIO JORDY
NIM : 14113637
KELAS : 1KA22
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
PROGRAM SARJANA SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
1.1 Pengertian Interaksi Sosial Masyarakat
Interaksi sosial
adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi.
Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok
vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara
individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak
Sosial dan Komunikasi Sosial.
Faktor yang mendasari
terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi,
indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari
oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang meniru menggunakan jilbab
sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh
adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang muda, dokter ke pasien,
guru ke murid atau yang kuat ke yang lemah. Atau bisa juga dipengaruhi karena
iklan.
Indentifikasi adalah
interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang mengindentikkan
(menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh menyamakan kebiasaan pemain
sepakbola idolanya. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh
foktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.
Empati adalah
interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat merasakan apa yang dirasakan
oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh tindakan membantu korban bencana
alam. Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial.
Kemudian membuat terjadinya proses sosial. Proses sosial dapat bersifat
asosiatif dan disasosiatif Asosiatif meliputi akomodasi, difusi,
asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama) (Intinya interaksi social yang
baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa dll). Contoh kerja sama antara
depertemen pendidikan nasional dengan PT Telkom dalam program Jardiknas.
Disasosiatif meliputi
konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya interaksi sosial yang tidak baik,
penuh persaingan, perang dingin, bertengkar dll). Contoh Bapak memukul anaknya
karena tidak mendengarkan nasihatnya. Menyuruh pergi seorang pengemis dengan
cara membentak.
2.1. Tindakan Sosial
A. Pengertian Tindakan Sosial
Tindakan atau aksi
berarti pmbuatan atau sesuatu yang dilakukan. Secara sosiologis, tindakan
artinya seluruh perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar atau tidak
disadari, sengaja atau tidak disengaja yang mempunyai makna subyektif bagi
pelakunya.
Didalam sosiologi,
tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh Max Weber (1864-1920) seorang ahli
sosiologi Jerman, dimana tindakan sosial dimulai dari tindakan individu atau
perilaku individu dengan perilaku oang lain, yang diorientasikan pada hasil
tindakan tersebut, sehingga dapat dipahami secara subjektif, maksudnya setiap
tindakan sosial yang dilakukan seseorang akan memiliki maksud atau makna
tertentu.
Jadi tindakan sosial
pada diri orang baru terjadi apabila tindakan tersebut dihubungkan dengan orang
lain. Tindakan sosial yang dimulai dari tindakan indiidu-individu memiliki
keunikan atau ciri tersendiri.
B. Ciri-cici Tindakan Sosial
Bentuk tolak dari
konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial, maka terdapat
lima ciri pokok yang menjadi sasaran sosiologi, yaitu:
1.
Tindakan manusia yang menurut si aktor mengandung makna subyektif, hal ini
meliputi tindakan nyata.
2.
Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
3.
Tindakan yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan tersebut
akan diulang.
4.
Tindakan itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.
5.
Tindakan itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada orang atau
individu yang dituju.
C. Faktor Pendorong Melakukan Tindakan Sosial
Manusia merupakan
makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa manusia lain, sbab secara biologis
manusia adalah makhluk yang palin lemah. Sejak dilahirkan ke dunia, manusia
mempunyai dua hasyat atau keinginan pokok, yaiyu keinginan pokok, yaitu
keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekitarnya (masyaraakat)
dan keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam di skitarnya.
Untuk memperoleh
kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan akalnya (pikiran, perasaan, dan
kehendak). Menyadari kelemahan dan kekurangannya dalam menyesuaikan diri serta
menghadapi tantangan alam yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri
atau perorangan, manusia menghimpun diri dan mengelompokan dirinya dengan
manusia lain yang kemudian disebut masyarakat.
D. Bentuk-bentuk Tindakan Sosial
Pada dasarnya
tindakan manusia, baik sebagai individu maupun makhluk sosial terdiri dari dua
tindakan pokok yaitu tindakan lahiriah dan tindakan batiniah, sbagai berikut:
1.
Tindakan lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat dilihat dan
cendeung ditiru secara berulang-ulang oleh banyak orang.
2.
Tindaka batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak yang dingkapkan
dalam sikap dan bertindak, dilakukan berulang kali dan di ikuti oleh banyak
orang.
Di dalam kehidupan
masyarakat, kita dapat mengenali beberapa pola tindakan bathiniah yang terdiri
dari bantuk-bentuk sebagai berikut:
1.
prasangka (prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu penomana
tanpa di tunjang dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
2.
sikap sosial (social attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah dan
bathiniah terhadap fenomena atua gejala yang mempunyai arti sosial.
3.
pendapat umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran masyarakat yang
berpola dan dibentuk dari beberapa golongan atau kelompok.
4.
propagan, adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara
mempengaruhu massa atau publik agar mau untuk menerima pola fikiran tertentu.
Pada dasarnya
tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipetindakan berdasarkan tingkat
kemudahan untuk dipahami sebagai berikut:
1.
Rasionalitas instrumental.
Merupakan tindakan
sosial murni, dimana tindakan tersebut dilakukan dengan memperhitungkan
kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan dicapai (bersifat
rasional).
1.
Rasionalitas berorientasi nilai.
Tindakan itu
dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang dicapai tidak
terlalu dipetimbangkan yang penting tindakan terbut baik dan benar menuut
penilaian masyarakat.
1.
Tindakan afektif.
Tindakan ini
dilakukan dengan dibuat-buat yang didasari oleh perasaan atau emosi dan
kepura-puraan seseorang.
4.
Tindakan tradisional
Tindakan ini
didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu dimasa lalunya
atau yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu, tanpa pehitungan secara matang,
dan sama sekali tidak rasional.
E. Bentuk Tindakan
Sosial
1.
Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan
manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang
sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Menurut MAX WEBER ,
tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi
individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan
menjadi 4 macam yaitu :
1.
Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan
kesesuaian antara cara dan tujuan.
Contoh : Bekerja Keras
untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
1.
Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan
dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat.
Contoh : Tindakan
–Tindakan yang bersifat Religio – magis .
1.
Tindakan Tradisional ; Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan
Rasional.
Contoh : Berbagai
macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur .
1.
Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang kelompok
orang berdasarkan perasaan emosi
2.2. Interaksi Sosial
Interaksi sosial
dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial
yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu
lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara
kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol
diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh
mereka yang menggunakannya.
Proses Interaksi
sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap
sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian
makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan
sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah,
perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan
orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan
interpretative process
Interaksi sosial
dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan
komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan
sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran
dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan
beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi
atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri
Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang
individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di
sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan
wacana.
Interaksi sosial
memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi
waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi
ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim,
jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang
Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat
adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan
yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas.
Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi.
Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.
Interaksi Sosial
adalah suatu proses hubungan timbale balik yang dilakukan oleh individu dengan
individu, antara indivu dengan kelompok, antara kelompok dengan individu,
antara kelompok dengan dengan kelompok dalam kehidupan social.
Dalam kamus Bahasa
Indonesia Innteraksi didifinisikan sebagai hal saling melalkukan akasi ,
berhubungan atau saling mempengaruhi. Dengan demikian interaksi adalah
hubungan timbale balik (social) berupa aksi salaing mempengaruhi antara
indeividu dengan individu, antara individu dankelompok dan antara kelompok
dengan dengan kelompok.
Gillin mengartikan
bahwa interaksi social sebagai hubungan-hubungan social dimana yang menyangkut
hubungan antarandividu , individu dan kelompok antau antar kelompok.
Menurut Charles P. loomis sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
1.
jumlah pelakunya dua orang atau lebih
2.
adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbul atau lambing-lambang
3.
adanya suatu demensi waktu yang meliputi ,asa lalu, masa kini, dan masa yang
akan dating .
4.
adanya tujuan yang hendak dicapai.
Syarat terjadinya
interaksi adalah :
1.
Adanya kontak sosial
Kata kontak dalam
bahasa inggrisnya “contack”, dari bahasa lain “con” atau “cum” yang artinya
bersama-sama dan “tangere” yang artinya menyentuh . Jadi kontak berarti
sama-sama menyentuh.Kontak social ini tidak selalu melalui interaksi atau
hubungan fisik, karena orang dapat melakuan kontak social tidak dengan
menyentuh, misalnya menggunakan HP, telepon dsb.
Kontak social
memiliki memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1.
Kontak social bisa bersifat positif dan bisa negative. Kalau kontak social
mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau mengarah pada suatu pertentangan
atau konflik berarti negative.
2.
Kontak social dapat bersifat primer dan bersifat skunder. Kontak social primer
terjadi apa bila peserta interaksi bertemu muka secara langsung.
Misanya kontak antara guru dengan murid dsb. Kalau kontak skunder terjadi
apabila interaksi berlangsung melalui perantara. Missal percakapan melalui
telepon, HP dsb.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah
suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepihak yang lain dalam
rangka mencapai tujuan bersama.
Ada lima unsure pokok
dalam komunikasi yaitu
1.
Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau pesan atau perasaan
atau pemikiran pada pihak lain.
2.
Komunikan yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran,
informasi.
3.
Pesan yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
4.
Media yaitu alat untuk menyampaiakn pesan
1.
Efek/feed back yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada
komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator.
Ada tiga tahapan
penting dalam komunikasi:
1.
Encoding . Pada tahap ini gagssaan atau program yang akan dikomunikasikan
diwujudkan dalam kalimat atau gambar . dalam tahap ini komunikator harus
memilih kata atau istilah ,kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh
komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang
membingungkan komunikan.
2.
Penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam
bentuk kalimat dan gambar disampaiakan . Penyampaian dapat berupa lisan dan
dapat berupa tulisan atau gabungan dari duanya.
3.
Decoding Pada tahap ini dilakukan proses mencerna fdan memahami kalimat serta
gambar yang diterima menuruy pengalaman yang dimiliki.
Ada beberapa factor
yang mendorong terjadinya interaksi social ;
Interaksi sosial
terbentuk oleh factor – factor berikut ini :
1.
Tindakan Sosial
2.
Kontak SosiaL
3.
Komunikasi Sosial
Tidak semua tindakan
manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang
sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam-diam . Menurut MAX WEBER,
tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi
individu-individu lainnya dalam masyarakat .
Tindakan sosial dapat
dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
Tindakan Rasional
Instrumental merupakan tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan
kesesuaian antara cara dan tujuan . Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan
nafkah yang cukup.
Tindakan Rasional
Berorientasi nilai merupakan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan
nilai-nilai dasar dalam masyarakat . Contoh :tindakan-tindakan yang bersifat
Religi-magis
Tindakan Tradisional
; Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Contoh :
Berbagai macam upacara \ tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan
leluhur .
Tindakan Ofektif :
Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang \ kelompok orang berdasarkan
perasaan \ emosi.
Dalam kehidupan
sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara :
Kontak Sosial yang
dilakukan menurut cara pihak – pihak yang berkomunikasi . Cara kontak sosial
itu ada 2 macam yaitu :
Kontak Langsung :
Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan
.
Kontak Tidak Langsung
: Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui
perantara pihak ketiga .
Kontak Sosial yang
dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi .
Ada 2 macam kontak
sosial .
1. Kontak Primer
2. Kontak Sekunder
3. Komunikasi Sosial
Komunikasi artinya
berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi
disebut komunikator , orang yang menerima komunikasi disebut komunikan . Tidak
selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila
proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif . Contoh : Pesan
yang disampaikan tidak jelas , berbelit – belit , bahkan mungkin sama sekali
tidak dapat dipahami .
1.
Imitasi yaitu tindakan meniru orang lain
2.
Sugesti . Sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan pandangan atau
sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain. Biasanya sugesti muncul
ketika sipenerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak dapat
bewrfikir rasional.
Biasanya sugesti
berasal dari orang-orang sebagai berikut:
1.
orang yang berwibawa, karismatik dan punya pengaruh terhadap yang disugesti,
misalnya orang tua ulama dsb.
2.
Orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada yang disugesti.
3.
Kelompok mayoritas terhadap minoritas.
4.
Reklame atau iklan media masa.
Identifikasi yaitu
merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan
pihak lain (meniru secara keseluruhan).
Simpati yaitu
merupakan suatu proses dimana seorang merasa tertarik kepada pihak lain.
Melalui proses simpati orang merasa dirinya seolah-olah dirinya berasa dalam
keadaan orang lain.
Empati yaitu
merupakan simpati yang menfdalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik
seseorang.
Sumber informasi yang
mendasari interaksi
1.
warna kulit
2.
usia
3.
jenis kelamin
4.
penampilan fisik
5.
bentuk tubuh
6.
pakaian
7.
wacana
2.3. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk
interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas
bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha
bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu
atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana
terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau
kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai
sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai
suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana
pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan
kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok
Bentuk interaksi yang
berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan,
kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di
mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan
melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi
sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan
merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk
memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan
ancaman dan kekerasan.
Untuk tahapan
proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan
interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk
mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting),
meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating) dan mempertalikan
(bonding). Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi membeda-bedakan
(differentiating), membatasi (circumscribing), memacetkan (stagnating),
menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating).
Pendekatan interaksi
lainnya adalah pendekatan dramaturgi menurut Erving Goffman. Melalui pendekatan
ini Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan
fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Konsep-konsepnya dalam
pendekatan ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut
dengan social establishment, tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut
dengan back region/backstage, tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi
sosial disebut front region, individu yang melihat interaksi tersebut disebut
audience, penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan
team of performers, dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut
dengan outsider.
Erving Goffman juga
menyampaikan konsep impression management untuk menunjukkan usaha individu
dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Konsep expression untuk
individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. Konsep ini terbagi atas
expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk
pernyataan yang terlepas. Serta konsep impression untuk individu lain yang
memperoleh kesan dalam interaksi.
Bentuk – Bentuk
interaksi yang mendorong terjadinya lembaga, kelompok dan organisasi sosial .
1. Bentuk Interaksi
sosial menurut jumlah pelakunya .
A. Interaksi antara
individu dan individu.
Individu yang satu
memberikan pengaruh, rangsangan\Stimulus kepada individu lainnya. Wujud
interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur,
bercakap-cakap mungkin bertengkar.
B. Interaksi antara
individu dan
kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok: Misalnya : Seorang ustadz
sedang berpidato didepan orang banyak. Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa
kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
C. Interaksi antara
Kelompok dan Kelompok
Bentuk interaksi
seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain .
Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .
3. Bentuk
Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya.
Bentuk-bentuk
interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan
(competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian
(conflict). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun
penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang
dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya.
Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial.
Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu
kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang
kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya
sampai pada akomodasi.
Gillin dan Gillin
mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam
proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial :
Proses-proses yang Asosiatif
1.
Kerja Sama (Cooperation)
Suatu usaha bersama
antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau
beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang
dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran
bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus
ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan
diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan
bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana
dengan baik.
Kerja sama timbul
karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan
kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat
jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.
Fungsi Kerjasama
digambarkan oleh Charles H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari
bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang
bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri
untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya
kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta
penting dalam kerjasama yang berguna”
Dalam teori-teori
sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja
sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :
1.
Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta
2.
Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil
perintah atasan atau penguasa
3.
Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu
4.
Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau
unsur dari sistem sosial.
Ada 5 bentuk
kerjasama :
1.
Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong
2.
Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan
jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih
3.
Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu
cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang
bersangkutan
4.
Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang
mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang
tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut
kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan
tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan
bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.
5.
Joint venture, yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu,
misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst.
2.
Akomodasi (Accomodation)
Istilah Akomodasi
dipergunakan dalam dua arti : menujukk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk
pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan
dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam
kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam
masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia
untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai
kestabilan.
Menurut Gillin dan
Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog
untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama
artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana
orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan
penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan
suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan
sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Tujuan Akomodasi
dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu :
1.
Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat
perbedaan paham
2.
Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara
temporer
3.
Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah
akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai
pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.
4.
mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.
Bentuk-bentuk
Akomodasi:
1.
Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya
paksaan
2.
Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi
tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
3.
Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang
berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri
4.
Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari
pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
5.
Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
6.
Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena
mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam
melakukan pertentangannya.
7.
Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan
8. Asimilasi
(Assimilation)
Asimilasi merupakan
proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha
mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau
kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi
kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan
kepentingan dan tujuan bersama.
Proses Asimilasi
timbul bila ada :
·
Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan
intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok
manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri
·
Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke
suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memilii syarat-syarat
berikut ini: Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak
lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama interaksi sosial tersebut
tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan. Interaksi sosial
tersebut bersifat langsung dan primer. Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan
tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. Artinya, stimulan dan
tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering
dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan.
Faktor-faktor yang
dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :
·
Toleransi
kesempatan-kesempatan
yang seimbang di bidang ekonomi sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat persamaan dalam
unsur-unsur kebudayaan perkawinan campuran (amaigamation) adanya musuh bersama
dari luar
Faktor umum
penghalangan terjadinya asimilasi:
·
Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam
masyarakat kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan
dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga perasaan takut terhadap
kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi perasaan bahwa suatu kebudayaan
golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau
kelompok lainnya.
·
Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau
perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang
terjadinya asimilasi In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang
berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang
kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang
bersangkutan.
·
Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap
minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari
golongan yang berkuasa faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah
dengan pertentangan-pertentangan pribadi.
Asimilasi menyebabkan
perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta
interaksi sosial. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi.
Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala
tidak terlalu penting dan menonjol.
2.
Proses Disosiatif
Proses disosiatif
sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan
kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya
ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan.
Oposisi dapat
diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk
mencapai tujuan tertentu. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai
perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk kepentingan
analisis ilmu pengetahan, oposisi proses-proses yang disosiatif dibedkan dalam
tiga bentuk, yaitu :
1. Persaingan
(Competition)
Persaingan atau
competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau
kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang
kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik
perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau
dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau
kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum :
Bersifat Pribadi :
Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan
rivalry.
Bersifat Tidak
Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk
mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.
Bentuk-bentuk
persaingan :
·
Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan
dibandingkan dengan jumlah konsumen
·
Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan
bidang keagamaan, pendidikan, dst.
·
Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri
seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai
orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.
·
Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang
kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding
unsur-unsur kebudayaan lainnya.
Persaingan dalam
batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi :
·
Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta
nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan
baik oleh mereka yang bersaing.
·
Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks
dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta
peranan yang sesuai dengan kemampuannya.
·
Sebagai alat menyaring para warga golongan karya
(”fungsional”)
2.
Kontraversi (Contravetion)
Kontravensi pada
hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan
dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Leo von Wiese dan
Howard Becker ada 5 : yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan,
keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana, yang sederhana seperti
menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat
selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain,
dst. yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan
pihak lain, yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat. yang taktis,
mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain.
Contoh lain adalah
memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi,
dst.
Menurut Leo von Wiese
dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :
1. Kontraversi
generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami
perubahan yang sangat cepat
2. Kontraversi seks :
menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga.
3. Kontraversi
Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas
dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga
legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.
Tipe Kontravensi :
Kontravensi
antarmasyarakat setempat, mempunyai dua bentuk :
1. Kontavensi
antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle)
2..
Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat
(intercommunity struggle)
3. Pertentangan
(Pertikaian atau conflict)
Pribadi maupun
kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri
badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya
dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga
menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.
Sebab musabab
pertentangan adalah :
1. Perbedaan antara
individu.
2. Perbedaan
kebudayaan.
3. Perbedaan
kepentingan.
perubahan sosial.
Pertentangan dapat
pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam
masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang
sebelumnya telah tercapai.
Pertentangan
mempunyai beberapa bentuk khusus:
1. Pertentangan
pribadi
2. Pertentangan
Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara
mereka yang menimbulkan pertentangan
3. Pertentangan
antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan
4. Pertentangan
politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat,
maupun antara negara-negara yang berdaulat
5. Pertentangan yang
bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang
kemudian merembes ke kedaulatan negara
Akibat-akibat bentuk
pertentangan:
1. Tambahnya
solidaritas in-group.
Apabila pertentangan
antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah
sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut.
2. Perubahan
kepribadian para individu.
3. Hancurnya harta
benda dan jatuhnya korban manusia.
4. Akomodasi,
dominasi, dan takluknya salah satu pihak.
3.1. Kesimpulan
Arti Interaksi Sosial
artinya melibatkan kedua belah pihak..
Faktor-faktor
interaksi sosial antara lain
·
Imitasi : tindakan sosial meniru sikap,tindakan,tingkah
laku atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
·
Sugesti : pemberian pengaruh atau pandangan dari satu
pihak kepada pihak lain.
·
Identifikasi : kecenderungan dalam diri seseorang
untuk menjadi sama dengan oranglain. Simpati : suatu proses dimana seseorang
merasa tertarik dengan orang lain. Syarat-syarat interaksi sosial antara lain
kontak :kata kontak
berasal dari con atau cum yang artinya bersama-sama dan kata tango yang artinya
menyentuh.jadi secara harfiah kontak berarti saling menyentuh.
Wujud kontak sosial
dibedakan menjadi tiga antara lain
·
kontak antarindividu contoh kontak antara anak dan
orang tuanya,kontak antara siswa dan siswa lainnya.
·
kontak antar kelompok contoh kontak antara dua
perusahaan dalam hubungan bisnis.
·
Kontak antara individu dan suatu kelompok contoh
kontak antara seorang calon anggota dan para anggota organisasiyang akan
dimasukinya.
Kontak sosial
langsung dan tidak langsung anatar lain kontak primer yaitu hubungan timbal
balik yang terjadi secara langsung.
kontak sekunder yaitu
kontak sosial yang memerlukan pihak ketigasebagai media untuk melakukan
hubungan timbal balik.
B.Bentuk-bentuk
Interaksi sosial (association processes)
A.Kerja sama :suatu
usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok uintuk mencapai tujuan
bersama.
Bentuk kerjasama
antara lain kerja sama spontan yaitu kerjasama yang terjadi secara serta-merta.
kerja sama langsung yaitu kerja sama sebagai hasil dari perintah atasan kepada
bawahan atau pengusaha teerhadap rakyatnya.
Kerja sama kontrak
yaitu kerja sama atas dasar syarat-syarat ketetapan tertentu yang disepakati
bersama.
B.Akomodasi
proses penyesuaian
diri dari orang-perorangan . Bentuk akomodasi antara lain
koersi : suatu bentuk
akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak
lain yang lebih lemah .contoh sistem pemerintahan totalitarian.
kompromi : suatu
bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling
mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
C.Asimilasi
dasarnya merupakan
perubahan yang dilakukan secara sukarela,yang umum pada dimulai dari penggunaan
bahasa. Syarat asimilasi antara lain
terdapat sejumlah
kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda.
terjadi pergaulan
antaindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama.
Faktor pendorong
asimilasi antara lain
Toleransi di antara
sesama kelompok yang berbeda kebudayaan.
kesempatan yang sama
dalam bidang ekonomi.
kesediaan menghormati
dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya.
Faktor penghalang
asimilasi antara lain kelompok yang terisolasi atau tersaing (biasanya kelompok
minoritas). kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi.
D.Akulturasi
proses penerimaan dan
pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu
kelompok tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan asing.
2.Proses disosiatif
(opposition processes)
A. persaingan
(competition) : merupakan suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih
saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Fungsi persaingan
antara lain Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama
menuntut dipenuhi,padahal sulit dipenuhi semuanya secara serentak.
B. Kontarvensi
Bentuk kontravensi
menurut leopold vin wiese dan howard becker antara lain
kontravensi umum
misalnya penolakan Kontarvensi sederhana.misalnya menyangkal pernyataan orang
didepan umum.
C.pertikaian
perselisihan terbuka.
D.Konflik
persilisihan
sederhana. Faktor penyebab konflik antara lain
perbedaan individu
yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
perubahan-perubahan
nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
perbedaan kepentingan
anatara individu dan kelompok diantaranya menyangkut bidang ekonomi,politik,dan
sosial.
Macam konflik antara
lain Konflik antara atau dalam peranan sosial,misalnya antar peran dalam
keluarga dan profesi. Konflik antara kelompok-kelompok sosial Akibat konflik
antara lain Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami
konflik dengan kelompok lain.
Akibat konflik antara
lain meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik
dengan kelompok lain. keretakan hubungan antara anggota kelompok,misalnya
akibat konflik antarsuku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar